Rasanya, lamaaaaa sekali saya tidak mengepos blog =w= Selain karena jarang online via laptop, saya juga sedikit disibukkan oleh tugas-tugas sekolah, ulangan, dan ehm, cosplay.
Well, yeah. Ada BANYAK masalah. Dan saya tidak melebih-lebihkan waktu mengetik ini. Memang ada banyak masalah, dan jujur saja, saya agak bingung untuk mengatasinya.
Yang pertama, nilai PKn saya jeblok sekali. Bayangkan, saya sama sekali tidak bisa mengerjakan soal itu, SAMA SEKALI. Jangan salahkan saya. Soal-soalnya memang sulit, bahkan siswi terpandai di kelas saya pun tidak bisa mengerjakan soal-soal itu.
Dan yang kedua, ada laki-laki gila yang menguntit adik saya. MENYEBALKAN. Dan cowok gila itu sangat merepotkan saya dengan sering-sering muncul di hadapan saya. Entah sekedar melewati kelas, atau setengah 'mengapeli' teman saya. Mengesalkan.
Ketiga, serombongan anak-anak sok borju 'nyampah' di sekolah. Sudah tahu sekolah saya tidak terlalu menyenangkan, eh, masih ditambah anak-anak itu =___=
Keempat, musuh utama saya, si Medusa-oh-I-love-you-so-much. Dan teman saya, si Ta [sebut saja begitu], selalu menyuruh saya untuk memaafkan bocah sok satu itu. Maaf ya, tapi TIDAK AKAN.
-------kejadian pada suatu siang------
Ta : "Dith, dia tuh sebenernya mau minta maaf sama lo, tau. Cuma dia takut lo ga mau ngomong sama dia..."
gw : [dalam hati] EGP. Yang menderita si Medusa kok, bukan gw.
Ta : "Kenapa sih lo ga mau maafin dia?"
gw : "Dia ga pernah berubah. Gw ga mau maafin orang yang ga mau berubah."
Ta : "Tapi dia udah berubah banget loh~ Sekarang dia tuh ngalah banget."
NGALAH DARI URUGUAY???? Jelas-jelas dia tuh masih pasang muka nyolot kalau bertemu dengan saya. OMFG, WHAT THE HELL SHE'S THINKING????
Saya tidak mau munafik. Saya tidak akan memaafkan orang yang tidak mau berubah karena nanti saya pasti akan benci lagi sama dia, dan itu MUNAFIK. Saya akan memaafkannya bila ia sudah berubah, meskipun dalam kasus Medusa, sepertinya saya tidak akan memaafkan dia karena dia tidak mau berubah =___=
Langganan:
Komentar (Atom)







