Ada kalanya, kita tidak siap menghadapi sebuah perubahan. Wajar sekali, sesuatu yang mendadak muncul dan mengekang dunia kita tidak akan mudah untuk dinikmati pada saat itu juga.
Mungkin, bila kau sedang menginjak bangku kuliah, kau merasa asing dengan lingkungan kampusmu. Pakaian yang kau kenakan bukanlah seragam putih-abu lagi. Buku-buku yang kau dekap bukanlah buku matematika mengenai integral, fisika mengenai momentum, biologi mengenai genetika, dan sebagainya, melainkan buku-buku anatomi dan histologi, atau malah mungkin pengantar jurusan teknik. Teman-teman yang berjalan bersamamu bukanlah teman-teman yang terbiasa bergosip denganmu saat pelajaran sejarah, melainkan teman-teman dari berbagai daerah yang baru kau kenal selama dua minggu.
Lingkunganmu berbeda, dan kau harus terbiasa dengan semua itu. Perubahan itu terjadi di sekitarmu.
Mungkin kau merasa ingin menangis, merasa ciut karena duniamu seolah meluas tanpa sebab yang jelas--namun kau terkurung dalam penjara tak kasat mata. Perubahan ini mungkin tidak kau inginkan.
Rasanya seperti ketika baju kesayanganmu mendadak tidak pas di tubuhmu, kekecilan karena tubuhmu bertambah besar. Kau ingin menangis, tetapi kau tidak mampu, karena kau tahu mau tak mau kau harus mengikuti pola perubahan itu.
Mungkin ada kalanya kau harus berlapang dada menerima perubahan itu, menjalaninya dengan sepenuh hati karena perubahan itu adalah bagian dari jalan hidupmu. Mungkin ada kalanya bahwa perubahan itu tidak menyenangkan. Mungkin akan ada kalanya kau akan menjerit histeris karena kau merasa kau terkucilkan dalam perubahan itu.
Aku mengerti semua itu.
Aku mengalaminya.
Seumur hidup, aku tak pernah bermimpi untuk menjalani kuliah di jurusan yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya. Selama akhir kelas 3 SMA, aku selalu membayangkan akan duduk sambil berkreasi dengan cat dan CorelDraw, membuat aneka desain yang berwarna-warni dan artistik. Hidup dengan variasi dan bisa bersikap seperti saat aku masih SMA.
Tapi ternyata tidak.
Aku masuk ke jurusan yang berbeda; jurusan dimana aku harus menjunjung tinggi sopan-santun, memakai pakaian yang rapi, belajar biologi seumur hidupku, dan terlebih lagi, di universitas yang tidak pernah kubayangkan.
Bukannya semua ini buruk. Sama sekali tidak. Justru, sebenarnya ini lebih dari sekadar luar biasa.
Hatiku terasa lebih ringan saat menjalaninya, lebih mensyukuri.
Perubahan tidaklah selalu buruk, Kawan. Perubahan adalah jalan yang akan kau tempuh selama perjalanan hidupmu, dimana hal baik dan buruk akan berlompatan di sekitarmu.
Dan kau harus tetap tersenyum melewatinya, karena dengan begitu, kau akan bisa lebih tangguh daripada sebelumnya.
Karena perubahan adalah anugerah.
Bandung, 14 Agustus 2011
mysticahime







