Mungkin kau akan merasakannya setelah beberapa lama kau mengenal seseorang. Mungkin kau
akan mempertanyakannya berulang kali, mengakibatkan pikiranmu menjadi risau dan tak tentu.
Kau akan bertanya pada dirimu, kau akan mulai bertanya kepada temanmu yang lain.
Kau akan mempertanyakan bahwa orang yang selama ini kau anggap teman adalah benar-benar
teman atau hanya sekedar rekan yang berada di sisimu ketika kau bahagia.
Mungkin sebenarnya hanya kau yang menganggap dirinya sebagai teman, sedangkan ia tidak
menganggapmu lebih dari sekadar kenal.
Mungkin sebenarnya pertemanan yang kau anggap sebagai suatu relasi hanyalah sekadar omong
kosong belaka.
Kau ada di sisinya ketika ia membutuhkanmu, sedangkan ia sama sekali tidak peduli sekalipun dirimu
menjerit meminta pertolongan.
—dan semua itu berarti kau terkurung dalam ilusi.
Mungkin sebenarnya ia bukan teman yang pantas kau anggap sebagai sahabat. Ia tak akan mengerti,
tak akan mendengarkanmu meski kau menangis histeris. Ia tak akan memberikan saran bermakna
ketika kau membutuhkan, ataupun menjadi telinga untuk mendengar segala keluh-kesahmu.
Mungkin sebenarnya sosok teman yang kau cari itu berada di sekitarmu, hanya saja kau tak
menyadarinya.
Mungkin dia selalu bersamamu melewati saat-saat sulit, mendukungmu di kala itu sama seperti kau
mendukungnya.
Mungkin dia selalu bersedia untuk saling bercerita denganmu, hanya saja kala itu kau
menganggapnya menyebalkan.
Mungkin saat pertama kali bersamanya, kau tidak menyukai kehadirannya dan ingin cepat-cepat
menghilang dari tempat itu.
Mungkin sebenarnya... kau terlambat mengetahui segalanya.
Mungkin ketika kau menyadarinya, segalanya sudah berlalu dan kau telah terjebak di tengah-tengah
manusia yang berpura-pura mengerti dirimu—atau malah memaksamu berubah menjadi seseorang
yang bukan dirimu.
Sama seperti yang kurasakan.
.
.
Love you all, Kelompok Tutor 19!!!
.
.
21112011
mysticahime™
akan mempertanyakannya berulang kali, mengakibatkan pikiranmu menjadi risau dan tak tentu.
Kau akan bertanya pada dirimu, kau akan mulai bertanya kepada temanmu yang lain.
Kau akan mempertanyakan bahwa orang yang selama ini kau anggap teman adalah benar-benar
teman atau hanya sekedar rekan yang berada di sisimu ketika kau bahagia.
Mungkin sebenarnya hanya kau yang menganggap dirinya sebagai teman, sedangkan ia tidak
menganggapmu lebih dari sekadar kenal.
Mungkin sebenarnya pertemanan yang kau anggap sebagai suatu relasi hanyalah sekadar omong
kosong belaka.
Kau ada di sisinya ketika ia membutuhkanmu, sedangkan ia sama sekali tidak peduli sekalipun dirimu
menjerit meminta pertolongan.
—dan semua itu berarti kau terkurung dalam ilusi.
Mungkin sebenarnya ia bukan teman yang pantas kau anggap sebagai sahabat. Ia tak akan mengerti,
tak akan mendengarkanmu meski kau menangis histeris. Ia tak akan memberikan saran bermakna
ketika kau membutuhkan, ataupun menjadi telinga untuk mendengar segala keluh-kesahmu.
Mungkin sebenarnya sosok teman yang kau cari itu berada di sekitarmu, hanya saja kau tak
menyadarinya.
Mungkin dia selalu bersamamu melewati saat-saat sulit, mendukungmu di kala itu sama seperti kau
mendukungnya.
Mungkin dia selalu bersedia untuk saling bercerita denganmu, hanya saja kala itu kau
menganggapnya menyebalkan.
Mungkin saat pertama kali bersamanya, kau tidak menyukai kehadirannya dan ingin cepat-cepat
menghilang dari tempat itu.
Mungkin sebenarnya... kau terlambat mengetahui segalanya.
Mungkin ketika kau menyadarinya, segalanya sudah berlalu dan kau telah terjebak di tengah-tengah
manusia yang berpura-pura mengerti dirimu—atau malah memaksamu berubah menjadi seseorang
yang bukan dirimu.
Sama seperti yang kurasakan.
.
.
Love you all, Kelompok Tutor 19!!!
.
.
21112011
mysticahime™








0 komentar:
Posting Komentar