Tomodachi wa nande...?
Posted in
Label:
friends,
Phylosophy
Selasa, 06 Desember 2011
Mungkin kau akan merasakannya setelah beberapa lama kau mengenal seseorang. Mungkin kau
akan mempertanyakannya berulang kali, mengakibatkan pikiranmu menjadi risau dan tak tentu.
Kau akan bertanya pada dirimu, kau akan mulai bertanya kepada temanmu yang lain.
Kau akan mempertanyakan bahwa orang yang selama ini kau anggap teman adalah benar-benar
teman atau hanya sekedar rekan yang berada di sisimu ketika kau bahagia.
Mungkin sebenarnya hanya kau yang menganggap dirinya sebagai teman, sedangkan ia tidak
menganggapmu lebih dari sekadar kenal.
Mungkin sebenarnya pertemanan yang kau anggap sebagai suatu relasi hanyalah sekadar omong
kosong belaka.
Kau ada di sisinya ketika ia membutuhkanmu, sedangkan ia sama sekali tidak peduli sekalipun dirimu
menjerit meminta pertolongan.
—dan semua itu berarti kau terkurung dalam ilusi.
Mungkin sebenarnya ia bukan teman yang pantas kau anggap sebagai sahabat. Ia tak akan mengerti,
tak akan mendengarkanmu meski kau menangis histeris. Ia tak akan memberikan saran bermakna
ketika kau membutuhkan, ataupun menjadi telinga untuk mendengar segala keluh-kesahmu.
Mungkin sebenarnya sosok teman yang kau cari itu berada di sekitarmu, hanya saja kau tak
menyadarinya.
Mungkin dia selalu bersamamu melewati saat-saat sulit, mendukungmu di kala itu sama seperti kau
mendukungnya.
Mungkin dia selalu bersedia untuk saling bercerita denganmu, hanya saja kala itu kau
menganggapnya menyebalkan.
Mungkin saat pertama kali bersamanya, kau tidak menyukai kehadirannya dan ingin cepat-cepat
menghilang dari tempat itu.
Mungkin sebenarnya... kau terlambat mengetahui segalanya.
Mungkin ketika kau menyadarinya, segalanya sudah berlalu dan kau telah terjebak di tengah-tengah
manusia yang berpura-pura mengerti dirimu—atau malah memaksamu berubah menjadi seseorang
yang bukan dirimu.
Sama seperti yang kurasakan.
.
.
Love you all, Kelompok Tutor 19!!!
.
.
21112011
mysticahime™
akan mempertanyakannya berulang kali, mengakibatkan pikiranmu menjadi risau dan tak tentu.
Kau akan bertanya pada dirimu, kau akan mulai bertanya kepada temanmu yang lain.
Kau akan mempertanyakan bahwa orang yang selama ini kau anggap teman adalah benar-benar
teman atau hanya sekedar rekan yang berada di sisimu ketika kau bahagia.
Mungkin sebenarnya hanya kau yang menganggap dirinya sebagai teman, sedangkan ia tidak
menganggapmu lebih dari sekadar kenal.
Mungkin sebenarnya pertemanan yang kau anggap sebagai suatu relasi hanyalah sekadar omong
kosong belaka.
Kau ada di sisinya ketika ia membutuhkanmu, sedangkan ia sama sekali tidak peduli sekalipun dirimu
menjerit meminta pertolongan.
—dan semua itu berarti kau terkurung dalam ilusi.
Mungkin sebenarnya ia bukan teman yang pantas kau anggap sebagai sahabat. Ia tak akan mengerti,
tak akan mendengarkanmu meski kau menangis histeris. Ia tak akan memberikan saran bermakna
ketika kau membutuhkan, ataupun menjadi telinga untuk mendengar segala keluh-kesahmu.
Mungkin sebenarnya sosok teman yang kau cari itu berada di sekitarmu, hanya saja kau tak
menyadarinya.
Mungkin dia selalu bersamamu melewati saat-saat sulit, mendukungmu di kala itu sama seperti kau
mendukungnya.
Mungkin dia selalu bersedia untuk saling bercerita denganmu, hanya saja kala itu kau
menganggapnya menyebalkan.
Mungkin saat pertama kali bersamanya, kau tidak menyukai kehadirannya dan ingin cepat-cepat
menghilang dari tempat itu.
Mungkin sebenarnya... kau terlambat mengetahui segalanya.
Mungkin ketika kau menyadarinya, segalanya sudah berlalu dan kau telah terjebak di tengah-tengah
manusia yang berpura-pura mengerti dirimu—atau malah memaksamu berubah menjadi seseorang
yang bukan dirimu.
Sama seperti yang kurasakan.
.
.
Love you all, Kelompok Tutor 19!!!
.
.
21112011
mysticahime™
Jet Lag - Simple Plan
Posted in
Label:
Songs
Rabu, 14 September 2011
"Jet Lag"
(feat. Natasha Bedingfield)
(feat. Natasha Bedingfield)
The jetlagged
What time is it where you are?
I miss you more than anything
Back at home you feel so far
Waitin' for the phone to ring
It's gettin’ lonely livin’ upside down
I don't even wanna be in this town
Tryin' to figure out the time zones makin' me crazy
You say good morning
When it's midnight
Going out of my head
Alone in this bed
I wake up to your sunset
And it's driving me mad
I miss you so bad
And my heart, heart, heart is so jetlagged
Heart, heart, heart is so jetlagged
Heart, heart, heart is so jetlagged
What time is it where you are?
Five more days and I'll be home
I keep your picture in my car
I hate the thought of you alone
I've been keepin' busy all the time
Just to try to keep you off my mind
Tryin' to figure out the time zones makin’ me crazy
You say good morning
When it's midnight
Going out of my head
Alone in this bed
I wake up to your sunset
And it's drivin' me mad
I miss you so bad
And my heart, heart, heart is so jetlagged
Heart, heart, heart is so jetlagged
Heart, heart, heart is so jetlagged
Is so jet lagged
I miss you so bad [x5]
I wanna share your horizon
I miss you so bad
And see the same sunrising
I miss you so bad
Turn the hour hand back to when you were holding me.
You say good morning
When it's midnight
Going out of my head
Alone in this bed
I wake up to your sunset
And it's drivin' me mad
I miss when you say good morning
But it's midnight
Going out of my head
Alone in this bed
I wake up to your sunset
And it's drivin' me mad
I miss you so bad
And my heart, heart, heart is so jetlagged
Heart, heart, heart is so jetlagged
Heart, heart, heart is so jetlagged
Is so jetlagged
Is so jetlagged
Accidentally in Love - Counting Crows
Posted in
Label:
Songs
Accidentally In Love lyrics
Songwriters: Immergluck, David; Malley, Matthew; Vickrey, Daniel John; Duritz, Adam; Bryson, David;
So she said, "What's the problem baby?"
What's the problem I don't know
Well maybe I'm in love, think about it every time
I think about it, can't stop thinking 'bout it
How much longer will it take to cure this
Just to cure it 'cause I can't ignore it if it's love
Makes me wanna turn around and face me
But I don't know nothing about love
Come on, come on
Turn a little faster
Come on, come on
The world will follow after
Come on, come on
Because everybody's after love
So I said, "I'm a snowball running"
Running down into the spring
That's coming all this love melting under
Blue skies belting out sunlight, shimmering love
Well baby I surrender to the strawberry ice cream
Never ever end of all this love
Well I didn't mean to do it
But there's no escaping your love
These lines of lightning
Mean we're never alone
Never alone, no, no
Come on, come on
Move a little closer
Come on, come on
I want to hear you whisper
Come on, come on
Settle down inside my love
Come on, come on
Jump a little higher
Come on, come on
If you feel a little lighter
Come on, come on
We were once upon a time in love
We're accidentally in love
Accidentally in love
Accidentally in love
Accidentally in love
Accidentally
I'm in love, I'm in love
I'm in love, I'm in love
I'm in love, I'm in love
Accidentally
I'm in love, I'm in love
I'm in love, I'm in love
I'm in love, I'm in love
Accidentally
Come on, come on
Spin a little tighter
Come on, come on
And the world's a little brighter
Come on, come on
Just get yourself inside her
Love, I'm in love
Mean we're never alone
Never alone, no, no
Come on, come on
Move a little closer
Come on, come on
I want to hear you whisper
Come on, come on
Settle down inside my love
Come on, come on
Jump a little higher
Come on, come on
If you feel a little lighter
Come on, come on
We were once upon a time in love
We're accidentally in love
Accidentally in love
Accidentally in love
Accidentally in love
Accidentally
I'm in love, I'm in love
I'm in love, I'm in love
I'm in love, I'm in love
Accidentally
I'm in love, I'm in love
I'm in love, I'm in love
I'm in love, I'm in love
Accidentally
Come on, come on
Spin a little tighter
Come on, come on
And the world's a little brighter
Come on, come on
Just get yourself inside her
Love, I'm in love
L O V E
Posted in
Label:
Phylosophy
Katakan saya penggalau nomor wahid. I just can't bear that...
*~*~*~*~*
Datang tiba-tiba tanpa diundang—itulah cinta.
Kau mungkin tak akan menyadarinya saat ia datang. Mungkin kau hanya akan sedikit bingung mengapa kau merasa jantungmu berdetak sepuluh kali lebih cepat dari biasanya. —bukan, itu bukan cardiac arrest seperti yang kau duga.
Mungkin dirimu tidak siap menerima perasaan itu. Mungkin dirimu akan bertanya-tanya mengapa kau memiliki perasaan yang menggelitik seperti itu. Dan—tentu saja—tidak akan ada yang bisa menjawabnya, ahli pelajaran eksak sekalipun.
Asal kau tahu, cinta itu bukanlah hal yang mutlak. Ia besifat kualitas, bukannya kuantitas—kutanyakan kepadamu, apa yang bisa mengukur kadar cinta dalam diri seseorang?—dan abstrak. Kau tidak akan bisa membacanya semudah kau membaca buku apa pun, kau pun tidak akan bisa menghitungnya dengan rumus-rumus matematika.
Cinta datang dan mengetuk pintu hatimu, merayap dengan perlahan dan menembus pertahanan dirimu.
—apakah kau akan menerimanya?
*~*~*~*~*
Love isn't something you can correctly guess.
Love isn't something you can easily realize.
Love is something absurd and unreasonable.
Love has no reason, 'coz if love has reasons, if those reasons go away, it will do the same...
*~*~*~*~*
Belajarlah untuk mencintai dengan sepenuh hati.
Cinta ada untuk membuat bahagia, bukannya untuk membuat sedih.
"Karena melihat seseorang yang kita cintai bahagia akan membuat kita bahagia..."—seharusnya seperti itu.
*~*~*~*~*
Dari seorang filsuf kopi yang sedang galau akan cinta.
Terima kasih telah membaca,
—mysticahime
140911.
L E A D E R
Posted in
Label:
Phylosophy
Senin, 12 September 2011
Hanyalah kegalauan semata .___.V
—*—*—
Banyak orang yang salah paham dengan kata "pemimpin"—menyimpangkan paradigma sebenarnya dari jabatan yang satu itu.
Banyak entitas yang berpikir, seorang pemimpin haruslah seorang yang sempurna, cakap berbicara dan karismatik, serta populer.
Banyak entitas yang berpikir, seorang pemimpin haruslah seorang yang sempurna, cakap berbicara dan karismatik, serta populer.
Pada kenyataannya, tidak seperti itu.
Baru-baru ini, saya menyadari bahwa masih banyak yang lebih diperlukan dari seorang pemimpin.
A leader oughtn't to be popular, but he needs to be understanding.
A leader oughtn't to always stand in the front, but he needs to know where he should stand at the right time—he knows whether he needs to stand forward or backwards, even when he needs to stand together with the members.
A leader oughtn't to be amusing, but he needs to be responsible.
A leader oughtn't to always be enthusiastic, but he needs to be careful.
A leader oughtn't to be snob, but he needs to be down-to-earth—maybe there are more leaders are better than him.
A leader oughtn't to act like he's always be strong, but he needs to know that he's never alone.
A leader oughtn't to be the best, he just needs to always be himself.
—*—*—
Hanyalah sebuah kegalauan dan—tentu saja—sedikit filosofi dari filsuf kopi :)
Terima kasih telah membaca.
—mysticahime
120911
Sebuah Perubahan
Posted in
Label:
Phylosophy
Minggu, 14 Agustus 2011
Oke, hanyalah sekadar random thingy di tengah malam buta.
Ada kalanya, kita tidak siap menghadapi sebuah perubahan. Wajar sekali, sesuatu yang mendadak muncul dan mengekang dunia kita tidak akan mudah untuk dinikmati pada saat itu juga.
Mungkin, bila kau sedang menginjak bangku kuliah, kau merasa asing dengan lingkungan kampusmu. Pakaian yang kau kenakan bukanlah seragam putih-abu lagi. Buku-buku yang kau dekap bukanlah buku matematika mengenai integral, fisika mengenai momentum, biologi mengenai genetika, dan sebagainya, melainkan buku-buku anatomi dan histologi, atau malah mungkin pengantar jurusan teknik. Teman-teman yang berjalan bersamamu bukanlah teman-teman yang terbiasa bergosip denganmu saat pelajaran sejarah, melainkan teman-teman dari berbagai daerah yang baru kau kenal selama dua minggu.
Lingkunganmu berbeda, dan kau harus terbiasa dengan semua itu. Perubahan itu terjadi di sekitarmu.
Mungkin kau merasa ingin menangis, merasa ciut karena duniamu seolah meluas tanpa sebab yang jelas--namun kau terkurung dalam penjara tak kasat mata. Perubahan ini mungkin tidak kau inginkan.
Rasanya seperti ketika baju kesayanganmu mendadak tidak pas di tubuhmu, kekecilan karena tubuhmu bertambah besar. Kau ingin menangis, tetapi kau tidak mampu, karena kau tahu mau tak mau kau harus mengikuti pola perubahan itu.
Mungkin ada kalanya kau harus berlapang dada menerima perubahan itu, menjalaninya dengan sepenuh hati karena perubahan itu adalah bagian dari jalan hidupmu. Mungkin ada kalanya bahwa perubahan itu tidak menyenangkan. Mungkin akan ada kalanya kau akan menjerit histeris karena kau merasa kau terkucilkan dalam perubahan itu.
Aku mengerti semua itu.
Aku mengalaminya.
Seumur hidup, aku tak pernah bermimpi untuk menjalani kuliah di jurusan yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya. Selama akhir kelas 3 SMA, aku selalu membayangkan akan duduk sambil berkreasi dengan cat dan CorelDraw, membuat aneka desain yang berwarna-warni dan artistik. Hidup dengan variasi dan bisa bersikap seperti saat aku masih SMA.
Tapi ternyata tidak.
Aku masuk ke jurusan yang berbeda; jurusan dimana aku harus menjunjung tinggi sopan-santun, memakai pakaian yang rapi, belajar biologi seumur hidupku, dan terlebih lagi, di universitas yang tidak pernah kubayangkan.
Bukannya semua ini buruk. Sama sekali tidak. Justru, sebenarnya ini lebih dari sekadar luar biasa.
Hatiku terasa lebih ringan saat menjalaninya, lebih mensyukuri.
Perubahan tidaklah selalu buruk, Kawan. Perubahan adalah jalan yang akan kau tempuh selama perjalanan hidupmu, dimana hal baik dan buruk akan berlompatan di sekitarmu.
Dan kau harus tetap tersenyum melewatinya, karena dengan begitu, kau akan bisa lebih tangguh daripada sebelumnya.
Karena perubahan adalah anugerah.
Ada kalanya, kita tidak siap menghadapi sebuah perubahan. Wajar sekali, sesuatu yang mendadak muncul dan mengekang dunia kita tidak akan mudah untuk dinikmati pada saat itu juga.
Mungkin, bila kau sedang menginjak bangku kuliah, kau merasa asing dengan lingkungan kampusmu. Pakaian yang kau kenakan bukanlah seragam putih-abu lagi. Buku-buku yang kau dekap bukanlah buku matematika mengenai integral, fisika mengenai momentum, biologi mengenai genetika, dan sebagainya, melainkan buku-buku anatomi dan histologi, atau malah mungkin pengantar jurusan teknik. Teman-teman yang berjalan bersamamu bukanlah teman-teman yang terbiasa bergosip denganmu saat pelajaran sejarah, melainkan teman-teman dari berbagai daerah yang baru kau kenal selama dua minggu.
Lingkunganmu berbeda, dan kau harus terbiasa dengan semua itu. Perubahan itu terjadi di sekitarmu.
Mungkin kau merasa ingin menangis, merasa ciut karena duniamu seolah meluas tanpa sebab yang jelas--namun kau terkurung dalam penjara tak kasat mata. Perubahan ini mungkin tidak kau inginkan.
Rasanya seperti ketika baju kesayanganmu mendadak tidak pas di tubuhmu, kekecilan karena tubuhmu bertambah besar. Kau ingin menangis, tetapi kau tidak mampu, karena kau tahu mau tak mau kau harus mengikuti pola perubahan itu.
Mungkin ada kalanya kau harus berlapang dada menerima perubahan itu, menjalaninya dengan sepenuh hati karena perubahan itu adalah bagian dari jalan hidupmu. Mungkin ada kalanya bahwa perubahan itu tidak menyenangkan. Mungkin akan ada kalanya kau akan menjerit histeris karena kau merasa kau terkucilkan dalam perubahan itu.
Aku mengerti semua itu.
Aku mengalaminya.
Seumur hidup, aku tak pernah bermimpi untuk menjalani kuliah di jurusan yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya. Selama akhir kelas 3 SMA, aku selalu membayangkan akan duduk sambil berkreasi dengan cat dan CorelDraw, membuat aneka desain yang berwarna-warni dan artistik. Hidup dengan variasi dan bisa bersikap seperti saat aku masih SMA.
Tapi ternyata tidak.
Aku masuk ke jurusan yang berbeda; jurusan dimana aku harus menjunjung tinggi sopan-santun, memakai pakaian yang rapi, belajar biologi seumur hidupku, dan terlebih lagi, di universitas yang tidak pernah kubayangkan.
Bukannya semua ini buruk. Sama sekali tidak. Justru, sebenarnya ini lebih dari sekadar luar biasa.
Hatiku terasa lebih ringan saat menjalaninya, lebih mensyukuri.
Perubahan tidaklah selalu buruk, Kawan. Perubahan adalah jalan yang akan kau tempuh selama perjalanan hidupmu, dimana hal baik dan buruk akan berlompatan di sekitarmu.
Dan kau harus tetap tersenyum melewatinya, karena dengan begitu, kau akan bisa lebih tangguh daripada sebelumnya.
Karena perubahan adalah anugerah.
Bandung, 14 Agustus 2011
mysticahime
Peraturan, Pengecut, dan Fitnah
Rabu, 13 Juli 2011
Euh, pertama-tama, halo! Lama sekali saya tidak posting di blog ini! :D
Kemungkinan besar sih, tidak akan ada yang peduli pada saya maupun entry di blog ini, tapi saya tetap ingin membagikan sedikit pandangan saya tentang kejadian yang... cukup panas ini.
Oh ya, pertama-tama, jangan men-judge saya cuma asal rambling di sini. Posting-an ini masih berkaitan dengan judul blog saya, kok. Masih seputar kerajaan fiksi. :D
Seperti yang kalian ketahui, saya tergabung dalam sebuah situs yang dispesialisasikan untuk para penulis. Saya tidak akan pasang nama merek, cukuplah untuk konsumsi pribadi. Jadi, seperti yang saya bilang, saya menulis di sebuah situs, dan situs tersebut memiliki peraturan sendiri mengenai apa saja yang boleh di-publish di sana. Salah satunya mengenai larangan adanya real-person fanfiction—fanfiksi yang ditulis dengan orang-orang nyata sebagai karakternya.
Larangan itu dilanggar dalam skala besar-besaran oleh sebuah—katakanlah—section dalam situs itu. Bukannya munafik, saya juga pernah melanggar dan mem-posting beberapa cerita RPF itu. Hingga baru-baru ini, seorang penulis mengingatkan saya bahwa hal yang saya kerjakan melanggar aturan dan bersedia memberitahukan tempat lain untuk mempublikasi cerita saya tanpa melanggar aturan.
Jadi, saya pun pindah.
Nah, bukan itu masalahnya. Saya mencoba memberitahukan hal yang sama pada penulis lain yang bernaung di section yang sama dengan saya, tetapi mereka menolak. Tanpa kenal menyerah, saya berusaha menyadarkan mereka, tetapi mereka tetap ngotot.
Apa alasan mereka tidak mau pindah?
Karena mereka tidak mau kehilangan pembaca.
Sebenarnya... apa alasan mereka menulis? Mereka bilang, mereka menulis untuk pembaca, juga untuk berbagi kepada para peminat.
Dan mereka tidak mau pindah karena mereka merasa mempunyai ikatan di section itu.
Ah, saya ingin tertawa.
Bukankah 'ikatan' itu tidak berdasar pada 'tempat'? Bukankah 'ikatan' itu lebih mengacu pada individunya?
Bukankah kalau pindah bersama-sama akan tetap menjaga 'ikatan' itu?
Jadi, apa salah bila saya bilang mereka menulis agar mendapatkan 'komentar'? Popularitas? Hell.
Dan mereka marah karena saya menyimpulkan demikian. Lho, bukannya sudah jelas? Haha, mereka pasti menyadarinya walau tidak mau mengaku. Mana ada maling mengaku? Ups, maksud saya, kalau tidak merasa menulis untuk mendapatkan komentar, ya tidak usah marah. Kalau menulis untuk 'dibaca', di mana saja boleh, kan?
Pfft, menggelikan.
Yang paling lucu adalah: mereka mengata-ngatai saya. Salah satunya bahkan memfitnah saya. Wow, sebegitu takutkah saya mengetahui kebenaran yang sesungguhnya?
Kalian membuat saya tertawa! :D
Kalian mengatakan bahwa 'peraturan ada untuk dilanggar'. Whoa, bukankah peraturan ada untuk menjaga semuanya dalam keselarasan? Yang melanggar peraturan adalah idiot.
Dan yang membicarakan orang lain di belakang adalah pengecut. Jelas, saya sendirian melawan enam orang. Hahaha.
Menyebar fitnah itu dosa besar. Untuk salah seorang di antara mereka... halo? Apa Anda masih mempunyai agama? Tidakkah Anda diajarkan mengenai 'dosa'? Dan... mengapa Anda merasa saya 'memerintah' Anda? Toh Anda tidak pernah menjalankan tugas di 'grup' dengan baik. Anda merasa saya tidak mau mengomentari tulisan teman Anda karena saya tidak suka karakternya? Menggelikan. Justru karakternya adalah favorit saya. Anda pura-pura polos dan membumbui kebohongan Anda. Lihat, siapa yang mengomentari—saya atau Anda yang pengecut itu?
Saya.
Hahaha. Cukup tertawanya. :)
Salam manis,
mysticahime
Kemungkinan besar sih, tidak akan ada yang peduli pada saya maupun entry di blog ini, tapi saya tetap ingin membagikan sedikit pandangan saya tentang kejadian yang... cukup panas ini.
Oh ya, pertama-tama, jangan men-judge saya cuma asal rambling di sini. Posting-an ini masih berkaitan dengan judul blog saya, kok. Masih seputar kerajaan fiksi. :D
Seperti yang kalian ketahui, saya tergabung dalam sebuah situs yang dispesialisasikan untuk para penulis. Saya tidak akan pasang nama merek, cukuplah untuk konsumsi pribadi. Jadi, seperti yang saya bilang, saya menulis di sebuah situs, dan situs tersebut memiliki peraturan sendiri mengenai apa saja yang boleh di-publish di sana. Salah satunya mengenai larangan adanya real-person fanfiction—fanfiksi yang ditulis dengan orang-orang nyata sebagai karakternya.
Larangan itu dilanggar dalam skala besar-besaran oleh sebuah—katakanlah—section dalam situs itu. Bukannya munafik, saya juga pernah melanggar dan mem-posting beberapa cerita RPF itu. Hingga baru-baru ini, seorang penulis mengingatkan saya bahwa hal yang saya kerjakan melanggar aturan dan bersedia memberitahukan tempat lain untuk mempublikasi cerita saya tanpa melanggar aturan.
Jadi, saya pun pindah.
Nah, bukan itu masalahnya. Saya mencoba memberitahukan hal yang sama pada penulis lain yang bernaung di section yang sama dengan saya, tetapi mereka menolak. Tanpa kenal menyerah, saya berusaha menyadarkan mereka, tetapi mereka tetap ngotot.
Apa alasan mereka tidak mau pindah?
Karena mereka tidak mau kehilangan pembaca.
Sebenarnya... apa alasan mereka menulis? Mereka bilang, mereka menulis untuk pembaca, juga untuk berbagi kepada para peminat.
Dan mereka tidak mau pindah karena mereka merasa mempunyai ikatan di section itu.
Ah, saya ingin tertawa.
Bukankah 'ikatan' itu tidak berdasar pada 'tempat'? Bukankah 'ikatan' itu lebih mengacu pada individunya?
Bukankah kalau pindah bersama-sama akan tetap menjaga 'ikatan' itu?
Jadi, apa salah bila saya bilang mereka menulis agar mendapatkan 'komentar'? Popularitas? Hell.
Dan mereka marah karena saya menyimpulkan demikian. Lho, bukannya sudah jelas? Haha, mereka pasti menyadarinya walau tidak mau mengaku. Mana ada maling mengaku? Ups, maksud saya, kalau tidak merasa menulis untuk mendapatkan komentar, ya tidak usah marah. Kalau menulis untuk 'dibaca', di mana saja boleh, kan?
Pfft, menggelikan.
Yang paling lucu adalah: mereka mengata-ngatai saya. Salah satunya bahkan memfitnah saya. Wow, sebegitu takutkah saya mengetahui kebenaran yang sesungguhnya?
Kalian membuat saya tertawa! :D
Kalian mengatakan bahwa 'peraturan ada untuk dilanggar'. Whoa, bukankah peraturan ada untuk menjaga semuanya dalam keselarasan? Yang melanggar peraturan adalah idiot.
Dan yang membicarakan orang lain di belakang adalah pengecut. Jelas, saya sendirian melawan enam orang. Hahaha.
Menyebar fitnah itu dosa besar. Untuk salah seorang di antara mereka... halo? Apa Anda masih mempunyai agama? Tidakkah Anda diajarkan mengenai 'dosa'? Dan... mengapa Anda merasa saya 'memerintah' Anda? Toh Anda tidak pernah menjalankan tugas di 'grup' dengan baik. Anda merasa saya tidak mau mengomentari tulisan teman Anda karena saya tidak suka karakternya? Menggelikan. Justru karakternya adalah favorit saya. Anda pura-pura polos dan membumbui kebohongan Anda. Lihat, siapa yang mengomentari—saya atau Anda yang pengecut itu?
Saya.
Hahaha. Cukup tertawanya. :)
Salam manis,
mysticahime
Pray for Japan
Posted in
Label:
Earthquake,
Japan
Jumat, 11 Maret 2011
Timeline twitter saya meledak akan hashtag #prayforJapan dalam waktu tiga jam terakhir ini.
Ya, negeri bunga sakura itu tengah digempur gempa berkekuatan 8,8 skala richter dan disusul oleh tsunami. Menurut kabar, gedung-gedung di Tokyo tersapu dan Tokyo Tower pun terkena dampaknya. Bagian atas menara itu sedikit melengkung.
Ratusan ribu--bahkan mungkin jutaan--penduduk Jepang tengah mempertahankan diri. Salah seorang teman dari teman saya bahkan tidak tahu di mana ia berada. Sekelilingnya gelap gulita.
Lantas, di tengah semua bencana yang sedang menimpa negeri matahari terbit itu, apa yang kita lakukan? Berdoa? Atau menghubungi kerabat di sana dan memastikan mereka baik-baik saja? Atau malah memikirkan nasib dunia entertainment di Jepang seperti manga, anime, J-pop, J-rock, J-dorama, J-star, dan sebagainya?
Jujur, saya miris mendengar yang terakhir.
Ketika menemukan twit yang menyangkut hal itu di salah satu twitter teman saya yang saya follow, saya langsung terdiam. Pikiran 'Masih punya hati-kah dirimu, kawan?' langsung terpatri di otak saya.
Hei! Ini bukan waktunya memikirkan manga! Pikirkanlah semua nyawa yang tengah berusaha untuk bertahan hidup di sana! Jangan memikirkan kesenangan diri! ITU URUSAN BELAKANGAN.
Let's pray for Japan, for our brothers and sisters, for all of them who are in fear now.
May God bless, help, and save them :]
-@mysticahime
Ya, negeri bunga sakura itu tengah digempur gempa berkekuatan 8,8 skala richter dan disusul oleh tsunami. Menurut kabar, gedung-gedung di Tokyo tersapu dan Tokyo Tower pun terkena dampaknya. Bagian atas menara itu sedikit melengkung.
Ratusan ribu--bahkan mungkin jutaan--penduduk Jepang tengah mempertahankan diri. Salah seorang teman dari teman saya bahkan tidak tahu di mana ia berada. Sekelilingnya gelap gulita.
Lantas, di tengah semua bencana yang sedang menimpa negeri matahari terbit itu, apa yang kita lakukan? Berdoa? Atau menghubungi kerabat di sana dan memastikan mereka baik-baik saja? Atau malah memikirkan nasib dunia entertainment di Jepang seperti manga, anime, J-pop, J-rock, J-dorama, J-star, dan sebagainya?
Jujur, saya miris mendengar yang terakhir.
Ketika menemukan twit yang menyangkut hal itu di salah satu twitter teman saya yang saya follow, saya langsung terdiam. Pikiran 'Masih punya hati-kah dirimu, kawan?' langsung terpatri di otak saya.
Hei! Ini bukan waktunya memikirkan manga! Pikirkanlah semua nyawa yang tengah berusaha untuk bertahan hidup di sana! Jangan memikirkan kesenangan diri! ITU URUSAN BELAKANGAN.
Let's pray for Japan, for our brothers and sisters, for all of them who are in fear now.
May God bless, help, and save them :]
-@mysticahime
Asal Nama 'mysticahime'
Posted in
Label:
mysticahime
Kamis, 24 Februari 2011
Sebenarnya saya pernah posting ini, tapi tidak muncul di blog saya -___-
.
.
Baiklah, saya hanya ingin menjawab pertanyaan orang-orang soal nama 'mysticahime' ini.
.
.
'mystica' merupakan pemangkasan dari 'rosa mystica'--yaitu sumber kehidupan pada boneka rozen maiden di manga Rozen Maiden karya Peach-Pit.
.
'hime' merupakan bahasa jepang dari princess [王后], dan merupakan salah satu orang penting di sebuah kerajaan.
.
.
Maksud saya memakai nama pena 'mysticahime' adalah agar karya saya terkesan bermakna di mata pembaca. Menjadi pencerahan dan sumber inspirasi. Dan dianggap penting.
.
.
Simply, I want to warm your heart :)
.
.
Me ke aloha,
mysticahime
.
.
Baiklah, saya hanya ingin menjawab pertanyaan orang-orang soal nama 'mysticahime' ini.
.
.
'mystica' merupakan pemangkasan dari 'rosa mystica'--yaitu sumber kehidupan pada boneka rozen maiden di manga Rozen Maiden karya Peach-Pit.
.
'hime' merupakan bahasa jepang dari princess [王后], dan merupakan salah satu orang penting di sebuah kerajaan.
.
.
Maksud saya memakai nama pena 'mysticahime' adalah agar karya saya terkesan bermakna di mata pembaca. Menjadi pencerahan dan sumber inspirasi. Dan dianggap penting.
.
.
Simply, I want to warm your heart :)
.
.
Me ke aloha,
mysticahime
Langganan:
Komentar (Atom)







