RSS

Writer?


A writer without interest or sympathy for the foibles of his fellow man is not conceivable as a writer.
- Joseph Conrad
Pernah saya mengenal seorang rekan sesama penulis di Fanfiction.net sekian waktu silam, sebut saja penname-nya X. X memalsukan identitasnya dan membuat sejenis 'orang-orang palsu' untuk mendukungnya mendongkrak popularitas. Mungkin sebagai sesama penulis di situs yang sama, kita mengenal istilah flame dan flamer; nah, X membuat beberapa account flamer yang ujung-ujungnya hanya memuji dirinya sendiri. Suatu waktu, identitas X terbongkar—ID palsu dan semua 'pendukung palsu'-nya—dan ia memilih untuk menghilang. Yang membuat saya terkejut adalah baru saja saya menemukan 'jejak' baru dari X. Sebuah pengakuan, dan pengakuan itu disambut hangat oleh mereka yang benar-benar menunggunya....

Saya tidak akan membahas X terlalu mendetail. Perihal mengenai dia sudah banyak tersebar di internet, bahkan ada page yang telah dibuat khusus untuk menilik banyak persoalan tentang X. Yang ingin saya bahas adalah ... penulis.

Katakan saya masih awam dalam dunia ini, untuk saat ini saya memang baru menulis di kancah internet. Masih banyak yang tidak saya ketahui soal menulis. Jadi, saya hanya ingin berbagi sedikit pikiran.

Menulisbagi mereka yang menjadikannya bukan sebagai sumber mata pencaharianpada dasarnya adalah media pemuas batin. Kita menulis karena "suka", bukan karena ingin mendapatkan royalti sebesar-besarnya. Fanfiksi, khususnya, adalah tulisan yang dibuat untuk menyalurkan rasa suka pada karya terdahulu yang dibuat oleh penulis/mangaka aslinya; untuk menuangkan ide yang terpendam mengenai hints atau adegan tertentu.

Lirik situs yang sudah saya sebutkan di atas, sebagian besar penulis di sana menulis karena memang menyukai menulis apa adanya. Mereka menggunakan penname sebagai identitas di situs tersebut. Memang ada yang menggunakan nama asli mereka, tetapi kebanyakan mereka memilih nama lain untuk menelurkan karya-karya mereka.

“Pen names are masks that allow us to unmask ourselves.” C Astrid Weber 
Tidak ada yang salah dengan identitas seorang penulis, toh yang terpenting adalah karya-karyanya yang bisa dinikmati oleh pembacanya. Tetapi bila berteman, ... itu persoalan lain.

Pada akhirnya, yang dilihat dari seorang penulis bukanlah kepiawaiannya menyusun cerita dengan kata-kata indah maupun ejaan yang sempurna, melainkan kelihaiannya menyeret pembaca mengikuti arus cerita  yang ia paparkan. Percuma saja ada cerita yang sedemikian rapi dan apik bila idenya terlalu pasaran dan si penulis tidak mampu mengemasnya dengan menarik, apalagi kalau membawakannya tanpa penjiwaan sama sekali.

Basically, it starts from idea, then it continues to plotting, characterization, then to aura. Diction takes the last sequence.

Unleash your imagination, not your diction. Unleash your imagination, not your readers. —mysticahime

Tidak perlu mencari banyak pembaca saat menulis. Kalau tulisan kita bagus, pasti akan ada yang membacanya.

Me ke aloha,
mysticahime
23082012

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright 2009 mysticahime™. All rights reserved.
Free WPThemes presented by Leather luggage, Las Vegas Travel coded by EZwpthemes.
Bloggerized by Miss Dothy
Presented by Blogger Templates with sponsorship from Poems