Aku, Bantalku, dan Kopi
Dihadapkan pada dua opsi, Takashima You jelas bingung. Konfusional yang
muncul secara mendadak jelas bukan kesukaannya. Dia bukan tipe orang
introvert yang cenderung memikirkan segala sesuatunya secara
berlarut-larut. You adalah tipe easy-going yang membiarkan suatu masalah
mengalir sebagaimana ia datang.
Problematikanya, yang kali ini bukan masalah yang bisa dia biarkan datang dan pergi dengan sesuka hati. Kasus kali ini perlu pemecahan dan diagnosa tindakan selanjutnya.
Bingung.
You suka tidur---suka sekali sampai-sampai Takashima Michiru harus menyeretnya dari balik selimut agar pemuda itu melancong ke sekolah dengan ransel tercangklong di kedua bahu tegapnya. Dia suka aroma bantalnya yang khas, bagaimana tekstur empuknya yang menggiurkan meninabobokannya setiap malam sinergis dengan aliran air conditioner, bagaimana kelembutan sarung bantalnya membelai pipi dan pelipisnya dengan penuh kedamaian.
You suka tidur bergelung di balik selimut bersama bantalnya---tidak sekebo Shigeru, tapi tetap saja dia suka saat-saat dunianya berubah menjadi gelap kemudian berbaur dalam warna-warni alam mimpi. Senang membiarkan sekujur tubuhnya merasa rileks dan enggan melepaskan zona nyaman itu untuk bangun di hari berikutnya.
Masalahnya, You juga suka kopi.
Dia mencintai bagaimana kafein terpompa dalam pembuluh darahnya, memacu semangatnya untuk terus berkarya, menopang kesadarannya kala dia harus menyelesaikan koreografi untuk MV terbaru. Dia suka aroma pahit-manis yang menguar di udara kala helai-helai kabut putih melayang dari balik cangkirnya. Dia suka perpaduan kopi, creamer, gula, dan sensasi dingin es batu yang bercampur dalam gelasnya.
Dia suka endorfin yang mengalir bersamaan dengan hilangnya kuapan menyesakkan yang melompat keluar dari rongga mulutnya.
Masalahnya, kalau dia minum kopi, kafein akan membuatnya terjaga dan ia harus berada jauh-jauh dari bantalnya. Kalau ia berada di dekat bantalnya, niat untuk minum kopi hilang sudah.
Bagaimana ini?
Sebagai seorang womanizer sejati, You bisa bilang kalau bantal dan kopi mengalahkan kesukaannya pada menggoda wanita.
Ada beberapa pesan UFO yang menegaskan pernyataan itu:
Problematikanya, yang kali ini bukan masalah yang bisa dia biarkan datang dan pergi dengan sesuka hati. Kasus kali ini perlu pemecahan dan diagnosa tindakan selanjutnya.
Bingung.
You suka tidur---suka sekali sampai-sampai Takashima Michiru harus menyeretnya dari balik selimut agar pemuda itu melancong ke sekolah dengan ransel tercangklong di kedua bahu tegapnya. Dia suka aroma bantalnya yang khas, bagaimana tekstur empuknya yang menggiurkan meninabobokannya setiap malam sinergis dengan aliran air conditioner, bagaimana kelembutan sarung bantalnya membelai pipi dan pelipisnya dengan penuh kedamaian.
You suka tidur bergelung di balik selimut bersama bantalnya---tidak sekebo Shigeru, tapi tetap saja dia suka saat-saat dunianya berubah menjadi gelap kemudian berbaur dalam warna-warni alam mimpi. Senang membiarkan sekujur tubuhnya merasa rileks dan enggan melepaskan zona nyaman itu untuk bangun di hari berikutnya.
Masalahnya, You juga suka kopi.
Dia mencintai bagaimana kafein terpompa dalam pembuluh darahnya, memacu semangatnya untuk terus berkarya, menopang kesadarannya kala dia harus menyelesaikan koreografi untuk MV terbaru. Dia suka aroma pahit-manis yang menguar di udara kala helai-helai kabut putih melayang dari balik cangkirnya. Dia suka perpaduan kopi, creamer, gula, dan sensasi dingin es batu yang bercampur dalam gelasnya.
Dia suka endorfin yang mengalir bersamaan dengan hilangnya kuapan menyesakkan yang melompat keluar dari rongga mulutnya.
Masalahnya, kalau dia minum kopi, kafein akan membuatnya terjaga dan ia harus berada jauh-jauh dari bantalnya. Kalau ia berada di dekat bantalnya, niat untuk minum kopi hilang sudah.
Bagaimana ini?
Sebagai seorang womanizer sejati, You bisa bilang kalau bantal dan kopi mengalahkan kesukaannya pada menggoda wanita.
Ada beberapa pesan UFO yang menegaskan pernyataan itu:
- Takashima You Billboard
[Fan] Seorang womanizer seperti You-oppa tentunya sangat menyukai wanita, kan? Apa kau menyukaiku?
[You] Tidak juga. Aku lebih memilih bantalku, atau kopi
[Fan] Meskipun aku pakai rok mini?
[You] Kalau kau memberiku bantal atau secangkir kopi---panas atau dingin---aku akan menyukaimu
[Fan] Antara Mi Yoo-eonnie, bantal, dan kopi, mana yang kaupilih?
[You] Bantal. Atau kopi. Atau keduanya.
[Fan] Kalau antara bantal dan kopi?
[You] Aku tak bisa memutuskan
[Fan] Kau punya kriteria khusus untuk calon istrimu, Oppa?
[You] Mereka harus jago mambuat kopi yang enak dan punya bantal yang empuk!
[Fan] Kuberi kau kopi dan bantal, yang mana yang kauambil?
[You] Kau bikin aku galau
Sepertinya, urusan jatuh cinta pada gadis mana pun bisa dipindahkan ke urutan terakhir...









0 komentar:
Posting Komentar