RSS

[RP fic] Floating flaw—or flee?


Floating flaw—or flee?

Terkadang, Takashima You membenci kenyataan bahwa dia adalah seorang public figure.

Pertama, dia benci karena terkadang jadwalnya penuh akan hal-hal yang menurutnya tidak penting. Misalnya, pemotretan model pakaian dengan sesama model pria (sori deh, dia bukan pecinta kaum Adam). Atau diskusi mengenai MV Winter terbaru, dimana dia disuruh merancang koreografi sesuai permintaan produser. YA MANA DIA MAU. Dia kan menari untuk menyalurkan rasa cinta—semacam perwakilan afeksi dari Winter untuk fans, bukan untuk memuaskan ego produser. Kalau fans senang, bukannya si produser bisa mengeruk uang lebih banyak lagi, ya?

Kedua, dia benci karena segala hal tentang dirinya disorot publik. You memang orang extrovert—tapi terkadang dia perlu spasi khusus bagi dirinya sendiri. Persetan dengan orang-orang di luar sana; urusi kesibukan masing-masing bisa, kan?



Ketiga, dia benci karena dengan menjadi public figure, dia tidak bisa tabrak konflik seenaknya dengan orang lain. —jaga image, begitu kata perusahaan.

Ya memang, saat ini dia sedang sedikit bermasalah dengan dua orang. Wanita, pula. Netizen akan mencemoohnya kalau tahu sang womanizer sedang in trouble dengan perempuan. Bahkan, mungkin Kim Danny akan mengoloknya dengan sinisme yang khas.

"Kau masih sama," komentar Genji saat berkunjung ke Korea dalam rangka liburan. Sahabat dari si magnae menginap di apartemen pribadi You yang didapatnya sebagai hibah dari salah satu CF fenomenal yang dia mainkan. "Masih benci dengan kebohongan."

"Oh, shut up," balas You kesal. "Aku mengajakmu kemari bukan untuk diceramahi."

"Aku gak berniat menceramahimu, TaYo." Raut muka Genji berubah serius. "Kau dan dia kan sudah kayak saudara. Memangnya semudah itu memutus tali kekeluargaan?"

"Semudah dia minta maaf karena kebohongannya."

"Aaahh..." Genji menggeleng-gelengkan kepala frustrasi. "Aku lupa kau memang keras kepala."

.
.

Yea. Wanita yang pertama adalah Callate Canterbury. Mantan member Winter yang cukup dekat dengannya—dan kabarnya sedang berhubungan dengan si sleepyhead Shigeru.

Terbiasa jujur membuat You tidak bisa memaafkan Cal. Kalau saja kebohongan gadis itu adalah dusta kecil internal untuk main-main, ia masih bisa mentolerir. Nah, masalahnya kebohongan Cal adalah skala besar, jadinya... benar-benar mengecewakan.

You selalu berpendapat tidak ada yang namanya kebohongan dalam keluarga. Jujur dan terbuka, transparan. Apa adanya. Seharusnya keluarga seperti itu. Baginya, Winter adalah keluarga kedua, makanya dia sakit hati mengapa Callate tidak mengaku dari dulu saja—secara internal. Setidaknya bukan dia yang dibohongi seratus persen.

Oh, sial.

You tidak mau memikirkan Callate lagi.

.
.

"Kau menyatakan cinta, lalu mundur?"

Gelak tawa Genji kembali membahana memenuhi udara. You menatap sinis dari balik cangkir kopinya. Well, akhir-akhir ini dia memang seperti itu; mudah memasang wajah masam kalau berhadapan dengan hal-hal yang membuatnya merasa tidak senang. Tak lagi berusaha menampilkan keceriaan yang dipertunjukkannya tanpa muluk-muluk. Gelombang riang itu memudar dan nyaris hilang, eh? Sejak kapan?

"Aku benar-benar gak ngerti kau yang sekarang, Youtan." Genji menyandarkan punggungnya di sofa. "Ada apa denganmu?"

Ya, ada apa denganmu?

—You juga tidak tahu.

.
.

Cha Mi Yoo.

Nama itu muncul untuk kesekiankalinya dalam benak You. Berkali-kali dicobanya untuk menepis nama tersebut, namun selalu gagal.

Phuh, sesulit itukah?

Ingatannya melayang kembali ke hari itu—jari dimana ia mengungkapkan perasaannya pada gadis Cha tersebut. Hari yang sama dengan mereka janjian untuk menari bersama. Hari dimana Mi Yoo mengecup bibirnya untuk kedua kalinya...

Kepalanya diguncangkan singkat—seolah-olah gerakan itu mampu mengikis kenangan-kenangan tentang sang gadis dari kepalanya.

(Memangnya mudah?)

Oh, baik. Nama itu seolah sudah ditorehkan dalam-dalam; sulit untuk dihapus. Perasaan itu juga.

Sialan.

Sebenarnya dia memang tak rela untuk melepaskan. Tak ingin untuk pergi. Tapi, dengan segala kekurangan yang dia punya... memangnya Mi Yoo mau terima?

You yang asli bukan si magnae yang ceria dan suka tebar pesona, bukan pula manusia gokil yang menganggap segalanya adalah lelucon dan tertawa keras-keras tanpa peduli reaksi orang lain.

Jiwa You—jauh di balik semuanya—bertentangan dengan itu semua. Dia hanya sosok tertutup yang penyendiri dan misterius. Bukan You yang biasa nyengir di depan kamera.

...Memangnya Mi Yoo bakalan suka?

Enggak, kan...

Makanya, You memilih mundur. Perasaan ini... pasti hanya pengaruh variety show waktu itu. Cinta lokasi—atau apalah sebutannya. Kalau saja dia ketemu Cha Mi Yoo di luar WB, dia yakin dia gak bakalan memiliki perasaan yang sama.

Mi Yoo berhak bahagia, makanya dia minta hal itu sebelum dia pergi meninggalkan Mi Yoo. Ada Shin Yong Soo—pasangan WGM Mi Yoo yang jauh lebih dewasa dari seorang Takashima You. Pasti pemuda itu bisa membahagiakan Mi Yoo... ya kan? Dia tahu orang-orang lebih mendukung Mi Yoo dengan Yong Soo, dan You tidak pernah ambil pusing.

Asal kerlipan kecil itu terus bersinar.

.
.

Dia menolak ajakan Shigeru untuk bertandang ke dorm Blossom dengan satu dusta kecil. Sial, dia berbohong. You jadi benci diri sendiri.

Masih, menghindari dua nama.

Masih, menutup diri.

Sampai kapan?

Entahlah.

Sang magnae memejamkan kedua matanya. Merasakan detik-detik berlalu di sekitarnya. Menghirup udara dalam-dalam di tengah kesunyian malam. Menahan gejolak yang terpendam. Menelan jutaan kata yang ingin ia sampaikan.

Nanti—ya, nanti.

Saat dia sudah dewasa, maka ia akan kembali bercerita.

Sementara ini, mari susun kata-katanya hingga rampung terlebih dulu.



~ f i n 

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright 2009 mysticahime™. All rights reserved.
Free WPThemes presented by Leather luggage, Las Vegas Travel coded by EZwpthemes.
Bloggerized by Miss Dothy
Presented by Blogger Templates with sponsorship from Poems