RSS

[RP fic] Where's the Limit?


Where's the Limit?


Jeong Jin Yeol bukannya membenci basket. Permainan satu itu seru kok; oper-operan bola, rebutan, adu badan atau sikutan dalam zona aman, menghalau musuh, pamer teknik, mencetak angka. Belum lagi kalau yang main anak cowok. Banyak pemandangan indah di depan mata, khas testosteron banget.

Ya sebut saja ini sejenis rasa iri---kayak waktu lihat cewek super cantik bikin pujaan hatimu menoleh dan menitikkan liur padahal cewek itu gak ngapa-ngapain sementara kau udah melukai empat jari tanganmu demi masak makanan kesukaan kecengan tersayangmu. Iri tanda tak mampu, betul? Hei, tapi ini masalah suka dan gak suka, gak ada koneksinya dengan kemampuan.



Ada sih. Kemampuan soal dribbling dan shooting, mungkin juga passing. Jeong Jin payah dalam tiga hal itu, otomatis mengukuhkannya menjauh dari dunia perbasketan. Kecuali diajak teman-teman cowoknya di sekolah dengan imbalan pinjaman Wii seminggu, ya mana dia mau.

Makanya duduk di tribun lapangan basket di tengah terik siang hari ini terasa mengganggu. Rese banget sih, You. Kenapa coba pemuda satu itu minta Jeong Jin menonton pertandingan basket yang dia ikuti? Kenapa gak minta cewek lain? Heuuuuu.

Sialnya lagi, Jeong Jin gak bisa kabur karena alasan mau pulang. Suer, dia gak tahu jalan. Dia gak mau.......nyasar. Bisa mati malu kalau nyasar (lagi) hari ini. Tadi pagi kan dia udah salah tempat ngumpul. Hiyuuuuhhh.

Kedua irisnya kembali menatap sosok pemuda jangkung yang tampak mencolok di antara kumpulan pejantan lainnya. Oke, dia akui You ganteng, TAPI DIA GAK MAU BILANG LANGSUNG KE ORANGNYA. Makin gede aja nanti kepala tuh orang.

Diem aja deh, diem.

...Ih, kakinya berotot. Khas cowok banget. Tapi bagus, gak kerempeng kayak kakinya sendiri---

Jeong Jin menampari wajahnya sendiri. Mikir apa barusan?! Kaki You?! Ya ampuuuunnn! Jangan bilang kelamaan berjemur di bawah matahari bikin seorang Jeong Jin Yeol error. Perlu reboot? Hemmm.

...tapi punggungnya juga berkesan kokoh...

DAFUQ!

Kembali fokus ke pertandingan. Kan, basket itu membosankan, terlepas dari banyak cowok ganteng dan abaikan-rasa-iri-karena-gak-jago-olahraga-satu-itu. Jeong Jin masih gak mengerti kenapa dia manut aja dibawa ke lapangan seperti seka---

---tunggu, skor tim You ketinggalan dua puluh poin?

Pertandingan memanas. Tim You tampak berjuang mati-matian mengejar angka. Tim lawan pun tampaknya gak mau memberikan peluang pada mereka. He-ya.

You meminta dia datang mendukung permainannya, padahal orang itu tahu Jeong Jin kurang suka basket. Dan MASALAHNYA di tim lawan ada cowok ganteng yang berkilaaaauuuuu---kautahu maksudnya: GANTENG BANGET. Mirip-mirip tipis sama Winter Ko. Ganteng. Kiyut. Keceeehhhh!

Semua cewek teriak untuk si ganteng. Tumben gak ada yang teriak buat You?

Gigit bibir. Lipat lengan dan bersedekap. Mengamati lebih jeli.

Oke, biar teopebegete, si ganteng mirip Ko itu bukan pemain andalan. Liat, shoot-nya kurang akurat. Passing-nya gak berteknik---sering berhasil di-block tim You. Dan...........sumpah, niat main basket atau pamer tampang doang?

Bandingkan dengan Takashima You. Sepenuh hati mendedikasikan diri buat permainan tim. Lihat keringatnya yang bercucuran dan gemerlap di kulitnya itu. Seksi kan?

(Hah? Seksi?)

Rambutnya acak-acakan, berulang kali disapu jemari yang sering kontak dengan bola oranye itu. Keningnya sesekali berkerut---hei Jeong Jin, masak matamu sejeli itu?

(Sejak kapan dia memperhatikan detil kecil pada diri Takashima You?)

Hei, siang itu panas. Tribun seolah diselimuti kobaran api neraka. Jeong Jin mengubah posisi duduknya---sebelah kaki diduduki bokongnya sekarang. Isap pipi, merasakan bibirnya kering.

Buat dia yang cuma nonton aja panas begini, apalagi yang lari-larian seolah mempertaruhkan hidup-mati di sana ya?

Visualisasinya kembali pada satu titik dinamis: You. Berjuang menghindari tiga orang yang mengepungnya ketat. Ketahuan deh dia playmaker-nya. Lincah, menguasai bola, jangkung pula. Sempurna.

(Dia barusan muji You, eh?)

Pokoknya Takashima You berusaha! Beda sama cowok sok cakep itu. Jeong Jin kepengen menyumpal segerombolan gadis di sebelahnya yang sibuk menjerit kala si cowok sok cakep sok-sokan mau terima bola. Yaelah, mana mungkin bisa terima bola? Kan bolanya ada di tangan You.

Pemuda Takashima itu lolos dari kepungan, membawa bola mendekati ring.

Dikejar.

Satu langkah---

Dua langkah---

Bersiap loncat---

Semuanya dalam slow motion, layaknya pita rekaman yang diputar lambat-lambat dengan efek suara tertentu. Jeong Jin meremas ujung bajunya, membuka mulut.

---keringat terpercik dari kulit You yang basah---

Jeong Jin Yeol tidak suka basket. Dia gak bermimpi suatu hari bakalan menonton pertandingannya. Di siang bolong pula. Dia bahkan gak kepikiran bakal meneriakkan nama si pemain...

"YOOOOOOOUUUUU! KAU BISAAAAA!"

...kayak sekarang.

Tapi dia melakukannya. Keras, pula.

---dan bola masuk dengan mulus ke keranjang.

Lalu, hanya satu yang bisa dia bilang sekarang, "Ganteng."
.
.
.
"Cut! Save!"

Seruan itu menghentikan aktivitas crew yang sedang melakukan pengambilan gambar untuk MV salah satu penyanyi cukup ternama. Takashima You, si sorotan utama, mengelap keringat buatan (yah, dari air) dan berlari-lari kecil ke arah sutradara---dan Jeong Jin.

"Pengalaman pertama yang seru kan?" Ketawa, si bungsu Jeong masih tampak terpengaruh perannya barusan. "Eh, hoi. Jangan bengong."

Jeong Jin mengerjap. "Siapa yang bengong?" balasnya ketus. Tapi tak lama kemudian dia diam lagi. Tak biasanya.

"Kerja bagus, Jin Yeol-ssi," puji sang sutradara tulus. "Perasaanmu tergambar nyata lho. Dukungan buat You tadi kesannya gak dibuat-buat... Alami."

Garuk-garuk kepala. Sebegitunyakah?

Oke, Jeong Jin sendiri masih bingung. Saat berakting tadi, dia gak tahu sebenarnya itu dirinya atau perannya dalam MV tersebut.

Masalahnya, dia benar-benar sempat mengagumi You. Kakinya bagus sekali. Ekspresinya juga keren. Dan permainannya....

Oke, dia beneran gak tahu. Sejak kapan dia memuji You? Bukannya Takashima You itu cuma pemuda cengengesan yang gak ada keren-kerennya sama sekali?

Ada apa ini? 

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright 2009 mysticahime™. All rights reserved.
Free WPThemes presented by Leather luggage, Las Vegas Travel coded by EZwpthemes.
Bloggerized by Miss Dothy
Presented by Blogger Templates with sponsorship from Poems